TABURAN BUNGA MELATI UNTUK SITI

Udara pagi yang memberikan kesejukan, Mentaripun mulai menghiasi indahnyahidup. Tak akan aku lupa desaku yang sepi dan sunyi.Jauh dari kemoderenanzaman. Hanya ada tawa dan canda anak-anak kecil yang berlari-lari di pematangsawah.Dan hanya kesibukan petani menanam dan memanen padi.Air yang dingin danmengalir bersih menambah elok desaku.
Siti, kembang desa yang menebarkan wangi bersama hembusanangina.Pesonanya membuat naluri lelaki bangkit. Mawar yang tumbuh disemakbelukar ditengah hutan rimba. Dengan kondisi yang dialaminya, siti tetapmenebarkan ribuan senyum kepada orang dijumpaimya.Dalam kesahajaanya tersimpanjiwa kesendirian.
Tak ada seorang yang ingin dilahirkan kedunia dalam keadaan yatim. Darikecil, siti sudah tinggal pergi oleh ibunya. Bapaknya pergi setelah sitilahir,menikah dengan yang lain. Siti hanya tinggal dengan seorang kakak yangbernama Udin dan nenek yang sudah tua. Siti termasuk anak yang boleh dibilang pandai daripada teman sebayamya. Tetapisiti hanya mengeyam pendidikan sampai SLTP. Kakaknya juga bekerja sebagai buruhtani, dimana setiap upah yang didapatkan untuk membiyai kehidupannya.
Usia aku dengan kakaknya bolehtidaklah terpaut jauh, aku dan kakaknya adalah teman dari SD. Sedangkan kondisiaku dan siti sangatlah berbeda jauh, aku dilahirkan dalam lingkungan yang bisadibilang orang terpandang. Menurut pandangan orang aku anak orang kaya, tetapisebenarnya aku anak yang miskin. Miskin akan teman,miskin pergaulan,dan miskincinta.
Cinta memang tak datang dengansendirinya, ada proses dalam pertemuannya. Dan kedatangannya kita tak tahu, danrasa cintaku kepada berawal dari rasa kasihan dan rasa simpati.Begitu beratbeban hidup yang harus dipikul siti, tetapi tak pernah mengeluh sedikitpun. Perasaanaku memang tak mungkin bagi seorang siti, tetapi aku sungguh sangat sayang danmencintainya.
Hari ini aku berjalan denganperasaan bahagia, bukan bahagia karena dapat rejeki tetapi aku bahagia karenahari ini, aku akan menemui siti, akan ku ungkapkan perasaan ini, Walaupun cintamemang tak harus diungkapkan tetapi dengan perbuatan saja bagiku  belumlah cukup. Tak nampak rasa keraguandalam hatiku untuk menemuinya, Nampak Siti sedang bersih-bersih halaman, Kupandangidari jauh masih terlihat siti yang cantik dan sederhana.

"Assalammualaikum"Ku ucapkansalam.
"Waalikum salam,silahkan masukmas.Mas rudinnya masih disawah."
"nggak apa-apa.Maksud mas,Cumamau ngobrol dengan siti"
"Tapi Siti lagi nyapu,Sudikahmas untuk menunggu dulu"
"Kapanpun mas akan siap untukmenunggu"
"Memang apa yang akanditunggu?"Aku hanya diam mendengar pertanyaan itu.Sebenarnya itu kesempatanuntuk ungkapkan perasaan,tetapi kenapa lidah ini seakan membeku.

Lama aku pandangi sitimenyapu,syair-syair lagu keindahaan pun dia dendangkan.Sedih juga bila akulihat terlalu dalam,melihat kondisinya yang harus menanggung derita dunia.
Dunia memang kejam tetapi bagi siti dunia penuhdengan kesenangan.Tak nampakmuka yang sedih dia perlihatkan.
"Baiklah siti,mas pergi dulu"Aku seakan tak bisaterus memandangi siti.Rencana yang tadinya ingin ungkapkan perasaan cinta gagalkarena aku malu dan seakan belum siap untuk katakan
"Gimana sich mas,katanya mau menunggu?memang maupergi kemana?"
"Mas mau kerumah teman dulu,Assallammualaikum"
"Waalaikum salam,hati-hati mas."

Didesa aku termasuk anak orangterpandang. Orang tuaku perangkat desa dan kakek adalah ulama didesa, dikeluargakumungkin boleh dibilang apa yang di inginkan oleh orang tua, kita harus selalumenuruti. Baik hal sekolah,teman,bahkan untuk masalah perjodohan pun kita harusmengikutinya. Tetapi aku berbeda dengan saudaraku yang lain. Dari kecil akuterbiasa hidup bebas,jiwaku tak mau dikekang. Peraturan-peraturan keluarga yangbegitu menyesakkan dada banyak yang aku tentang. Aku senang bergaul denganberbagai lapisan masyarakat tanpa memandang status dan kedudukan mereka. Karenasifat yang bebas sampai sekarang aku masih menganggur dan dalam akumenganggur,aku lebih peka terhadap kondisi masyarakat.
Siti yang dari pertama ketemusepintas aku merasa kagum,Begitu kuatnya dia menghadapi kesulitan-kesulitandidunia. Sedangkan banyak orang selalu mengeluh akan setiap kenikmatan yangmereka punya, banyak yang hanya meminta tanpa mau memberi, Berbeda dengan sitiyang tampak selalu tersenyum manis, kekaguman itu membuat nuraniku ingin lebihmengenal siti.
Dari awal pertemuan kemarinaku jadi lebih sering main kerumahnya, terkadang hanya untuk menanyakankabarnya aku sempat-sempatkan untuk main. Menurut Siti, aku orangnya aneh, karenaterkadang aku main kerumah hanya mengucapkan bagaimana kabar, kami pun mulaiakrab dan rasa canggung sedikit demi sedikit terkikis oleh tawa dan canda kami,terkadang Siti mulai bermanja-manja bila sedang bergurau, wajar namanya jugaperempuan, keluguan dan kepolosannya tak pernah aku temukan pada perempuan yanglain, disaat perempuan lain membicarakan tentang model HP terbaru, gosipselebriti, siti hanya berbicara tentang cita-citanya. Yang terkadang disaatberbicara air matapun dia tumpahkan.Tak bisa aku pungkiri, kesedihannya jugaaku rasakan, walaupun air mata tak bisa keluar tetapi hati ini terasa menangis.Bercerita tentang cita-cita yang ingin terus sekolah dan ingin menjadi guruagar bisa mengajari anak-anak yang kurang mampu.
Sungguh mulia cita-citanya, sangatironi dengan kondisi yang dialami, terkadang aku anak-anak yang mampu untukbersekolah malah malas untuk bersekolah bahkan harus berhenti ditengah jalan, merekahanya berfoya-foya tanpa memikirkan bagaimana orang tuanya mencari uang, siangmalam bekerja tak peduli panas atau hujan, yang dia harapkan supaya anaknyabisa pintar dan mempunyai pekerjaan yang lebih baik dari orang tuanya.Tetapiyang jadi anak malah terlarut oleh pemberian dan kecintaan orang tua.
Benar kata orang jawa, tresnojalaran soko kulino. Cinta datang karena sering bertemu, Aku bukanlah orangmudah untuk jatuh cinta tetapi aku tak bisa untuk tak bilang aku cinta samaSiti, kadang aku bingung kenapa harus laki-laki yang ungkapkan perasaan lebihdahulu, padahal perempuan juga sama dengan kita dan datangnya cinta aku takpernah tahu.
Siti, kenapa juga aku harusjatuh cinta denganmu? Aku tak pernah mengerti bagaimana aku mencintai perempuandan bagiku terkadang kata-kata romantis adalah bualan yang tak berguna, bagikupula cinta adalah konsep, konsep yang harus terencana menuju pada kebahagiandua insan dan aku pun menyatakan perasaan yang telah lama aku pendam, Perasaanakupun terbalas.
Ditengah kebahagian kamimerajut benang-benang cinta, merangkai bunga-bunga kasih sayang terpaangelombang pun datang dari orang tuaku, Sudah aku duga dari dulu bakal beginijadinya, memang aku belum pantas untuk berpacaran karena aku masih dalam statuspengangguran tetapi yang tak bisa aku terima jika cinta kamin dihubungkandengan kasta dan harta, Kadang aku melamun dan memikirkannya, apakah denganharta orang bisa selalu bahagia dan apakah bila kita pacaran dengan kasta yangsama kita bisa mengisi kekurangan dan kelebihan kita? Ingin aku berontak padakenyataan itu, tak tega aku tuk meninggalkan Siti, Siti maafkanlah aku,kalaupunkita bersama itupun tanpa restu orang tua.

Malam minggu yang selalu ditunggui oleh pasanganmuda-mudi untuk memadu kasih, tetapi bagiku malam minggu adalah malam yangpenuh dengan kejenuhan, dibelakang sana orang terlarut dalam selimut setan. Bagisebagian orang, pacaran adalah pengumbaran nafsu yang dikemas dalam bentukcinta .Bagi mereka ciuman itu kasih sayang dan cinta.Semua itu bohong,bukankahmereka seharusnya sadar dengan kita mencintai seseorang tak tega kita lakukanhal itu. Dengan mengumbar nafsu kita laksana hewan yang tak tahu akan kesopanandan menghargai seorang perempuan.
Perempuan bagiku sangatlahmulia, begitu pula sosok siti dihadapanku. Dengan memandangnya,kurasakankesejukan. Dan bila mendengar suaranya, seolah-olah membuatku terbang melayang,Pernah pada suatu hari Siti menanyakan tentang hubungan kita, Dia bertanyaapakah aku mencintainya atau hanya karena kasihan? Ku jawab aku mencintaimu danaku kasihan denganmu, Dia juga bertanya kemana akan dibawa hubungan ini, mauserius atau berhenti sampai disini? Aku hanya Terdiam seperti biasa, Aku takmau memberi suatu harapan yang pada akhirnya akan membuat Siti bersedih.
Sudah dua tahun aku menjalinkisah cinta yang tak direstui keluarga, selama itu pula aku semakin bertambahmesra walau ada sedikit pertengkaran mewarnai hari-hari ku, pada malam purnamayang begitu terang ku langkahkan kaki menuju ke rumahnya Siti, Rumah yangsederhana tetapi banyak cinta.



"Assalammualaikum" ku ucapkan salam dan kuketukpintu berulang-ulang, tak ada suara yang menjawab, Kemana perginya parapenghuni rumah, Ku longokan kepalaku dan sesekali kuintip dari jendela, Yang kudapati hanya kesunyian. Disaat kaki ini mau beranjak pergi, ada tetangga Sitiyang menghampiriku.
"Mas hasyim,Siti lagi dirawat dirumah sakit. Sore tadi habis mandi, tiba-tiba diapingsan. Disana Cuma ada mas rudin sedangkan neneknya lagi dirumahku." Ibaratsuara halilintar yang menggema dimalam hari, seperti itu pula kata-katatetangga Siti membuat aku tersentak kaget, Dengan perasaan yang bercampur adukantara penasaran,tidak yakin, dan seribu pertanyaan yang sedang dialami Siti.Ku naiki sepeda motorku, kutarik gas dan kau melaju dengan kencang Akhirnyasampai juga didepan rumah sakit tempat Siti dirawat. Ku parkirkan sepeda motordan ku hampiri bagian informasi.
"Maaf pak, saya mau tanya? pasien perempuan yangbernama siti yang masuk tadi sore dirawat diruangan mana? Sambil melihat daftarbuku tamu pak satpam itu pun menjawabnya.
"Yang namanya Siti masuk tadi sore Itu dirawatdiruang ICU" Tanpa basa-basi aku langsung bergegas menuju ruangan itu,Jantungku berdebar kencang ingin aku melihat wajahnya, Kemarin kulihat diamasih sehat kenapa tiba-tiba sakit dan kenapa pula harus diruangan ICU, Kulihat kakaknya duduk dikursi didepan ruangan, ku hampiri dan ku hujani denganberbagai pertanyaan.
"Sakit apakah dia, kenapa bisa terjadi, danbagaimana kondisinya sekarang? "Kakaknya hanya diam dan aku terus mendesakseperti orang yang kesetanan, Dan akhirnya kakaknya membuka mulut.
"Siti sakit kanker otak, kondisinya lagi kritisdan besok rencananya akan dioperasi besok" Sambil menangis dia memberitahukanpadaku, Aku pun tak bisa menahan air mata, butiran-butiran bening mengalirbegitu saja dipipi.
"Yaa Allah, Kenapa Engkau berikan cobaan lagi padadia, Lindungilah dan selamatkanlah Siti" Dalam hati aku berdoa kepada yang mahahidup dan yang memberi kehidupan, dimalam ini aku terus berdoa dan berdoa. Sudahsatu hari mata ini tak mau terpejam, menunggu datangnya pagi yang mungkin akanmembawa harapan baru bagi Siti. Jam ditanganku telah menunjukan setengahsembilan pagi dan dokter telah membawa dia untuk dioperasi. Setiap detik akuhanya memohon dan berdoa untuk keselamatannya. Sudah hampir tiga jam, akhirnyamereka pun keluar dari ruangan operasi. Dengan kepala tertunduk salah satu daritim dokter menghampiri kami, aku dan kakak Siti.
"Maafkan kami, semua sudah kehendak Allah. Manusiahanya bisa berusaha dan tuhanlah yang menentukan, Begitu juga kami yangberusaha menyelamatkan Siti tapi nyawanya tak bisa kami tolong. "Sehabis dokterberkata, lalu kakaknya langsung jatuh pinsan. Aku bingung dan sedih, aku harusbagaimana? apa yang harus aku lakukan? Ku rebahkan kakaknya Siti didalamruangan dan aku langsung berlari ke ruang operasi. Dengan perasaaan yang takpercaya, ku buka kain penutup wajahnya. Ku lihat wajah yang telah pucat, kakikulemas dan mataku berkaca-kaca. ku langsung menjatuhkan diri dipojok ruangan. Akupunmenangis dengan sekeras-kerasnya, Ku hanya bisa terpaku disaat mayatnyadiangkat untuk dimandikan dan dimasukan kedalam ambulance. Kepalakuberkunang-kunang dan akhirnya aku jatuh pingsan.
"Yaa Allah,semua yang berasal darimu pasti akankembali padamu dan Siti telah Engkau panggil.Yaa Allah ampunilah setiapdosa-dosanya,dan berikan tempat yang terbaik disisi-Mu.Siti,hanya doa ini yangbisa menemani tidur panjangmu.Selamat jalan,Siti.Orang tua ku tak bisamemisahkan kita ,tapi tuhan lah yang memisahkan-nya.Maafkanlah aku yang taksempat membahagiakanmu.
                Yaa Allah ,semoga amalibadah nya bisa Engkau terima.
                 Sekali lagi ampunilah dosanya,dan berilah cinta yang hilang darinya.
                 Setiap kenangan indah kita,kan kuabadikan dalam jiwa.
                 Jadikanlah  taburan melati sebagaiungkapan sayangku.
                 Selamat tinggal Siti.
                 Selamat tinggal bunga mawar ditengah hutan.
                 Sampai kapan pun kautetap mawarku.

Related Posts:

JIWA SEORANG PEMIMPIN

Seorang pemimpin harus menjadi teladan bagi orang-orang yang dipimpinnya. Seseorang jika dikatakan  mempunyai jiwa pemimpin maka ia akan memiliki kebiasaan untuk mengenal karakter orang-orang di sekitarnya, pola pikir dan perilakunya, kemudian membantu orang-orang itu untuk mengembangkan dirinya, dan bisa memberi keputusan yg tepat, dan pada akhirnya orang tersebut akan bisa membentuk suatu lingkungan atau kelompok yang suatu saat bisa ia gerakkan untuk mencapai suatu tujuan.
Seorang pemimpin, akan menjadi begitu sibuk untuk memperhatikan orang lain, menyemangati orang-orang di sekelilingnya, memuji hasil kerja mereka dan membantu mereka mengoptimalkan dirinya. Maka bagi seorang pemimpin, tak punya lagi cukup waktu untuk menonjol2kan dirinya, dan tak akan membuang waktu untuk menjadikan dirinya pusat perhatian. Memang, pemimpin yang berhasil akan disayang oleh lingkungan sekitarnya, dan secara alamiah, ia akan menjadi pusat perhatian, tapi tetap, didalam dirinya, seorang pemimpin menjaga dirinya untuk tetap rendah hati.
Memang, itulah pemimpin, ia adalah problem solver, dan bukan seorang yg menyelesaikan masalahnya sendiri. Jadi, ketika kita ingin menjadi pemimpin, maka kita harus sudah siap untuk memecahkan permasalahan yang ada dalam diri kita, sebelum keluar untuk menjadi pemimpin, dan memberi contoh pada orang lain. Contohnya, saat dia sendiri, maka seorang pemimpin akan meningkatkan kemampuan dirinya, mengatasi masalahnya sendiri, dan menguatkan pondasi dirinya. Tapi saat ia berhadapan dengan orang lain, maka ia siap melayani siapa saja,memberi keputusan yg tepat, menyemangati siapa saja, memberi perhatian pada siapa saja, dan menjaga akhlak dirinya, agar menjadi teladan yang baik

Related Posts:

Kepemimpinan, Keputusan, dan Kejernihan Jiwa


Setiap hari kita diminta membuat keputusan. Mulai dari hal kecil, seperti belok kiri atau kanan, sampai hal besar, seperti akan menikah atau tidak, jika ya lalu dengan siapa, kita diminta untuk memutuskan. Kadang banyak hambatan seperti tak cukup waktu, tak cukup data, tak cukup pengetahuan, dan sebagainya. Namun keputusan tetap harus dibuat.

Di dalam membuat keputusan, orang perlu memperhatikan jiwanya. Aspek material seperti sumber daya uang ataupun barang tetap perlu diperhatikan. Namun yang tak kalah penting adalah perhatian pada aspek gerak jiwa, terutama gerak jiwa para pemegang keputusan. Inilah yang sekarang ini kerap terlupakan.

Mekanisme Jiwa

Syarat pertama di dalam membuat keputusan adalah kebebasan. Dalam hal ini kebebasan selalu mencakup dua hal, yakni kebebasan dari tekanan eksternal, dan kebebasan batin. Kebebasan dari tekanan eksternal cukup jelas artinya, yakni tidak adanya paksaan dari luar diri. Sementara kebebasan batin memiliki arti yang sedikit lebih rumit.

Kebebasan batin berarti bebas dari empat hal. Yang pertama adalah bebas dari keinginan untuk melihat pola pada hal-hal yang sebenarnya tak berpola. Orang cenderung menghubungkan hal-hal yang sebenarnya tak berhubungan. Akibatnya ia terjebak pada kesalahan berpikir, dan akhirnya pada kesalahan bertindak yang amat mungkin semakin memperbesar masalah.

Yang kedua adalah bebas dari keinginan untuk tunduk pada pandangan umum. Orang cenderung mendengarkan pendapat orang lain yang tak selalu memahami keseluruhan konteks dari keputusan yang perlu diambil. Pandangan orang lain dan pandangan umum seringkali membingungkan dan tak tepat. Yang diperlukan adalah kemampuan untuk sungguh berdiam diri, melakukan refleksi, lalu membuat keputusan berdasarkan pertimbangan diri dan situasi.

Yang ketiga adalah bebas dari emosi. Kemarahan dan kesedihan seringkali mendorong orang membuat keputusan terburu-buru. Masalahnya di dalam situasi marah dan sedih, pikiran tak jernih. Pikiran yang tak jernih kemungkinan besar bermuara pada keputusan yang salah.

Yang keempat adalah bebas dari prasangka. Tak jarang prasangka mengotori pandangan kita, dan membuat kita tak melihat realitas apa adanya. Prasangka bisa lahir dari pengalaman masa lalu yang kemudian di paksakan untuk saat ini. Prasangka mengaburkan pandangan dan menggiring kita pada kesalahan.

Keputusan tidak boleh hanya melibatkan aspek material semata, tetapi juga aspek spiritual. Saya tidak berbicara tentang agama, tetapi berbicara soal situasi jiwa. Keputusan yang tepat akan membawa ketenangan pada jiwa. Sementara keputusan yang salah akan membawa kegelisahan.

Di dalam latihan rohani Ignatius Loyola, yang pertama (ketenangan jiwa) disebut sebagai konsolasi. Sementara yang kedua (kegelisahan) disebut sebagai desolasi. Sekilas hal ini terlihat amat sederhana. Namun orang suka lupa menerapkannya.

Keputusan juga memerlukan komitmen. Jika keputusan sudah dibuat, maka orang punya tanggung jawab untuk menjalankannya, seberat apapun keputusan itu. Yang perlu dengan jeli diperhatikan adalah proses (material maupun spiritual) pembuatan keputusan. Jika sudah keputusan sudah jadi, jalankan, terima konsekuensi, lalu lakukan evaluasi.

Situasi Kita

Apakah para pemimpin kita di berbagai bidang sudah memperhatikan mekanisme jiwa di dalam proses pembuatan keputusan? Jawabannya jelas tidak. Banyak keputusan lahir dari rasa terpaksa, karena tekanan politik ataupun ekonomi. Akibatnya keputusan itu tidak menyelesaikan, melainkan justru memperbesar masalah.

Banyak pula keputusan lahir dari kesalahan berpikir. Hal-hal yang tak berhubungan dilihat seolah terhubung. Lalu kebijakan pun dibuat berdasarkan hubungan semu tersebut. Tak heran kebijakan itu justru melahirkan masalah-masalah baru yang sebelumnya tak ada.

Banyak pula keputusan lahir dari emosi yang tak stabil, maupun dari prasangka, baik itu prasangka etnis, ras, agama, maupun kelas ekonomi. Keputusan-keputusan yang lahir dari emosi tak stabil ataupun prasangka tak akan membawa kebaikan. Bahkan kesadaran bahwa banyak keputusan lahir dalam konteks emosi yang tak stabil dan prasangka pun belum ada. Kita berjalan menuju jurang, tanpa sadar, bahwa kita berjalan menuju jurang.

Para pemimpin juga tidak berupaya menyadari situasi jiwa, ketika mereka membuat keputusan. Proses berdiam diri dan berefleksi tak terjadi. Tidak ada kesempatan untuk melihat jiwa, merasakan ketenangan ataupun kegelisahan jiwa, yang sebenarnya amat penting di dalam membuat keputusan. Yang banyak terjadi adalah apa yang disebut Martin Heidegger sebagai gejala abad ke-20, yakni ketidakberpikiran.

Komitmen juga tak tampak. Berbagai undang-undang dan kebijakan dibuat, namun pelaksanaannya terhambat. Peraturan bertumpuk namun tak ada yang berniat memastikan penerapannya. Tanpa ada komitmen aturan dan kebijakan hanyalah kata tanpa makna.

Maka sekali lagi mekanisme jiwa adalah hal yang amat penting di dalam pembuatan keputusan. Para pemimpin dan pembuat keputusan harus menengok ke dalam dirinya sendiri, sebelum mempertimbangkan hal-hal material keputusannya. Di dalam jiwa terdapat visi jernih yang merupakan komponen esensial kepemimpinan. Di dalam jiwa terdapat nurani yang sekarang ini menjadi barang langka di Indonesia.

Penulis adalah Dosen Filsafat Politik Fakultas Filsafat, UNIKA Widya Mandala Surabaya

Related Posts:

tukang becak yang disuruh nyupir pesawat terbang

Lihat abang tukang becak yang mengayuh dengan tenaganya.
tanpa peduli bahan bakar habis atau tidak.
yang resikonya cuma bawa sepasang penumpang.
Lewat kegigihannya diekspos besar2an untuk menjadi supir pesawat terbang.
Lewat media yang dibelakangnya membodohi para penumpang yang lainnya.
Lewat pencintraannya seolah2 mampu untuk membawa sebuah pesawat yang besar.

Lalu apa yang terjadi bila tukang becak tersebut bawa pesawat besar,,,????
Harus koordianasi dengan berbagai pihak dari pramugari sampai teknisi.
harus tahu bahasa inggris karena sistemnya automatis
kalau tidak ,,,,,hancur dah pesawatnya.....

Related Posts:

JANGAN CUMA RUMAH SUSUN,TAPI LEBIH KE PEMUKIMAN.

Kita telah disajikan dengan berita tentang penggusuran didaerah kampung pulo di jakarta.Menurut Pemprov DKI, salah satu solusi menata Jakarta agar terhindar dari banjir adalah dengan melakukan  normalisasi Sungai Ciliwung. Alhasil, Pemprov DKI Jakarta meratakan Kampung Pulo yang terletak di bantaran Sungai Ciliwung dan dihuni masyarakat selama tiga generasi. Akibatnya, penggusuran tersebut berujung bentrokan antara warga Kampung Pulo dengan polisi dan Satpol PP, Kamis (20/8).
Pemprov DKI Jakarta telah menyiapkan rusun bagi warga kampung yang padat penduduk itu. Rusun ini nantinya berhak dimiliki warga tapi tidak boleh dijual belikan. Namun, banyak warga yang ternyata memprotes kebijakan tersebut.Kenapa warga memprotes???
Rumah susun seakan akan menjadi senjata untuk mengusir dan menggusur warga dki jakarta. Selama ini warga jakarta dianggap sebagai sampah yang harus di buang dan di benahi. Indikasi bahwa jakarta mau di jadikan seperti singapura kayanya terlihat jelas. Dimana warga pribumi di gusur dan di singkirkan.
Sudah cukup berhenti untuk mendukung dan memilih ahok.

Related Posts:

SURAT UNTUK PRESIDEN,MENTERI,GEBENUR ,PARA BUPATI DAN PARA PEMIMPIN YANG LAIN

Ketika malam kian merayap. Bumi pun diliputi gulita. Di saat itulah, Khalifah Umar bin Khatthab biasa melakukan inspeksi bersama Aslam, pembantunya. Hampir setiap malam Khalifah Umar melakukannya. Ia berkeliling, blusukan ke kampung-kampung, melewati gurun yang sepi, untuk melihat dengan mata kepala sendiri keadaan rakyat yang dipimpinnya.
Malam itu Khalifah Umar bin Khattab melakukan inspeksi seperti biasa bersama Aslam. Tujuannya kali ini menuju Dusun Waqim. Saat sampai di Shirar, dari sebuah jarak, keduanya melihat ada nyala api.
“Wahai Aslam, sepertinya ada musafir yang kemalaman,” kata Umar.
Umar lalu mengajak Aslam menuju ke sumber api tersebut. Ternyata, di dekat nyala api itu terdapat sebuah tenda. Di dalamnya ada seorang perempuan bersama anak-anaknya yang sedang menangis. Tak jauh dari mereka ada periuk di atas api.
“Assalamu alaikum,” sapa Umar.
Wa alaikum salam,” jawab perempuan itu.
“Bolehkah kami tahu, siapakah kalian dan gerangan apakah yang terjadi?” tanya Umar.
“Kami kemalaman dalam sebuah perjalanan, sekarang kami kedinginan,” jawab perempuan itu.
“Lalu kenapa anak-anak itu menangis?” tanya Umar.
“Mereka tengah kelaparan,” jawabnya.
“Apa yang engkau masak dalam periuk di atas api itu?” tanya Umar lagi.
“Air agar aku dapat menenangkan mereka hingga tertidur. Dan Allah kelak yang akan jadi hakim antara kami dengan Umar. Seorang khalifah harus tahu keadaan rakyat yang dipimpinnya,” jawab perempuan itu dengan nada geram.
Perkataan perempuan itu sungguh menghujam hati Umar. Seketika Umar menangis. Ia tak bisa membendung air matanya. Umar pun lalu bergegas pulang. Ia segera menuju ke gudang tempat penyimpanan gandum. Dengan tergesa, ia mengeluarkan sekarung gandum dan satu ember daging. Umar kemudian memanggul sendiri gandum itu.
Tak tega melihat Umar memanggul gandum, Aslam menawarkan diri untuk memanggul sekarung gandum itu. “Biarkan aku saja yang membawa gandum itu, wahai Amirul Mukminin,” pinta Aslam. Apa jawab Umar?
“Apakah engkau mau memikul dosa-dosaku kelak di hari kiamat?” kata Umar.
Aslam lalu mendampingi Umar yang sedang memanggul sekarung gandum dan membawa seember daging menuju ke tempat perempuan tadi. Setibanya di tempat yang dituju, Umar segera meletakkan barang bawaannya. Dengan cekatan, Umar memasak makanan. Tak lama kemudian, masakan buatan Umar pun jadi. Umar menghidangkan makanan itu kepada perempuan dan anak-anak malang itu.
“Makanlah!” kata Umar.
Perempuan dan anak-anak itu pun terlihat menikmati makanan yang dihidangkan Umar. Mereka makan dengan lahap sampai kenyang. Melihat kebaikan budi Umar, perempuan itu pun mengucapkan terima kasih dan mendoakan agar Allah memberi ganjaran setimpal kepadanya. Perempuan itu tidak mengetahui, jika lelaki yang di depannya itu, yang bersusah payah menolongnya, adalah Amirul Mukminin Umar bin Khatthab, sang Khalifah.
Setelah anak-anak tertidur pulas, Umar pun bergegas meninggalkan tempat itu. Tak lupa sebelumnya sempat memberikan nafkah kepada mereka.
Itulah sepenggal kisah Umar bin Khatthab, khalifah rasyidah kedua. Kisah di atas menggambarkan bahwasannya Umar adalah profil pemimpin yang sangat peduli terhadap rakyat yang dipimpinnya. Karena itu, meski seorang khalifah, seorang kepala negara yang wilayah kekuasannya meliputi seluruh Semenanjung Arabia, Mesir, Iraq, Suriah, dan sebagainya, hidupnya jauh dari gelimang kemewahan dan harta dunia.
Tempat tinggalnya sederhana, sesederhana baju yang dikenakannya. Kesederhaaan itu ia tularkan kepada para bawahannya. Saat Umar sedang berada di padang Arafah, ia pernah berjalan dan memberi peringatan kepada para gubernurnya yang senang dengan kemewahan dengan berkata, “Wahai manusia, demi Allah, aku tidak mengutus kalian untuk mencambuk kulit dan tubuh manusia, tetapi aku mengutus kalian sebagai rahmat bagi mereka semuanya.”
Umar juga sosok pemimpin yang tegas. Penegak keadilan sejati. Ia menertibkan dan menutup celah korupsi di jajaran birokrasinya dengan sangat ketat. Sejumlah literatur menyebutkan, Umar sering melakukan inspeksi mendadak dan rahasia untuk melihat sepak terjang para jajaran birokrasinya. Bila ada tindak korupsi dan penyalahgunaan kekuasaan, Umar segera bertindak tegas.
Di bidang hukum, Umar juga menegakkan keadilan kepada siapa pun tanpa pandang bulu. Bahkan sejarah mencatat, Umar pernah marah kepada Gubernur Amr bin Ash yang telah menggusur rumah seorang Yahudi tua. Meski rumah itu digusur untuk dijadikan masjid, tapi tindakan kesewenang-wenangan bukanlah sifat seorang pemimpin sejati. Umar mengancam Amr bin Ash dengan sepotong tulang belikat unta yang telah digores garis lurus dengan ujung pedang. Dengan sepotong tulang itulah Amr bin Ash sadar atas kesewenang-wenangannya yang dilakukannya
Amr bin Ash paham dengan ancaman Umar. Ketika ditanyakan kepadanya apa arti tulang belikat berbau busuk itu? Ia pun menjawab, “Tulang itu berisi ancaman Khalifah: ‘Wahai Amr bin Ash, ingatlah kamu. Siapapun engkau sekarang, betapapun tingginya pangkat dan kekuasaanmu, suatu saat nanti kamu pasti akan berubah menjadi tulang yang busuk. Karena itu, bertindak adillah kamu seperti huruf alif yang lurus, adil di atas dan di bawah, Sebab, jika engkau tidak bertindak lurus, kupalang di tengah-tengahmu, kutebas batang lehermu’.”
Yahudi tua yang mengetahui sikap bijak dan keadilan Umar bin Khattab itu pun akhirnya justru terharu. Bahkan kemudian dengan sukarela mewakafkan tanah yang dimilikinya untuk dijadikan masjid. Tidak hanya itu, Yahudi tua itu juga masuk Islam.
Begitulah sosok pemimpin yang sejati. Ia hidup sederhana. Peduli dan berjuang sungguh-sungguh untuk kemakmuran rakyatnya. Tegas menegakkan keadilan, tanpa pandang bulu kepada siapa pun. Karena hidupnya diwakafkan untuk kepentingan rakyat yang dipimpinnya. Sosok pemimpin seperti itulah yang sedang kita rindukan kini.*

Related Posts:

apakah indonesia sudah merdeka?????

● Bangun tidur anda minum apa?
Apa Aqua? (74% sahamnya milik Danone perusahaan Perancis) atau Teh Sariwangi (100% saham milik Unilever Inggris).
● Minum susu SGM (milik Sari Husada yang 82% sahamnya dikuasai Numico Belanda).
● Lalu mandi pakai sabun Lux dan Pepsodent (Unilever, Inggris).
● Sarapan?
Berasnya beras impor dari Thailand (BULOG-pun impor), gulanya juga impor (Gulaku, Malaysia).
● Mau santai habis makan, rokoknya Sampoerna (97% saham milik Philip Morris Amerika).
● Keluar rumah naik motor/mobil buatan Jepang, Cina,India, Eropa tinggal pilih.
● Sampai kantor nyalain AC buatan Jepang, Korea, Cina.
● Pakai komputer, hp (operator Indosat, XL, Telkomsel semuanya milik asing; Qatar, Singapura, Malaysia).
● Mau belanja?
Ke Carrefour, punya Perancis. Kalo gitu ke Alfamart (75% sahamnya Carrefour). Bagaimana dengan Giant? Ini punya Dairy Farm International,
Malaysia yang juga Hero.
● Malam-malam iseng ke Circle K dari Amerika.
● Ambil uang di ATM BCA, Danamon, BII, Bank Niaga, ah semuanya sudah milik asing walaupun namanya masih Indonesia.
● Bangun rumah pake semen Tiga Roda Indocement sekarang milik Heidelberg (Jerman) (61,70%). Semen Gresik milik Cemex Meksiko, Semen Cibinong punyanya Holcim (Swiss).
Masih banyak lagi kalo mau diterusin. By the way, BB atau HP anda pun buatan 'luar' dan masih banyak lagi belum dari makanan
CUMA KORUPTOR aja yang Asli Produk Indonesia..!!! **upsss sory**
Tanpa mereka mungkin kita susah maju karena pekerjanya juga banyak warga indo tapi yang harus di banyakin itu yah para pengusaha asli Indonesia biar seimbang
Semoga generasi penerus kita banyak yang jadi pengusaha dan bukan bekerja dengan orang lain.

Related Posts: