Monday, February 22, 2016

Era sekarang, Penghianat negara di muliakan,.

Diambil dari situs online tentang adanya peresmian Monumen PO AN TUI sudah menyakiti beberapa kalangan di Indonesia. Walaupun alasan nya untuk mengingat perlawanan Perjuangan etnis China melawan VOC. Mendengarkan alasan tersebut ada rasa miris juga karena awal kedatangan leluhur cina kesini itu bukan untuk berjuangan untuk indonesia tapi mencengkram kepentingan mereka yaitu yuan atau uang. Mereka berjuang karena kepentingan mereka dalam berdagang merasa terganggu oleh VOC Belanda.
Sungguh di era sekarang serba terbalik. Po An Tui adalah Milisi yang dibentuk oleh Belanda untuk menjadi mata - mata di Indonesia. Selain menjadi mata - mata mereka juga melakukan aksi teror, perampokan dan pemerkosaan.
Yang lebih sadis lagi Po An tui bersekutu dengan westerling pembantai umat Islam di Sulawesi Selatan. Setelah Westerling membantai sekitar 50 ribu umat islam di makassar si bajingan ini pergi ke jakarta dan di jakarta dia dilindungi Milisi Po An tu
Bisa jadi adanya gambar PKI yang di temukan di TMII adalah ulah Po An Tui yang masih ada. Po An Tui dari jaman ke jaman selalu menjadi penghianat dan kenapa di era sekarang kok di jadikan panutan.
Ada yang aneh dengan negeri ini, apakah sebelum membuat monumen tidak ada kajian terlebih dahulu. Sedangkan seorang pak harto untuk diakui sebagai pahlawan lama minta ampun. Jangan di akui untuk dibuatkan monumen di Tempat yang beliau dirikan aja masih susah. Pada nama Soeharto sudah ada di Bosnia dan negara - negara lain nya.
Lalu apa maksud pembangunan monemun yang ga berguna ini., Ayo rakyat Indonesia jangan biarkan PKI bangkit kembali. Isu PKI bukanlah hal baru sudah dari dahulu di perdengungkan jadi kita patut waspada. ( berbagai sumber )

close
Era sekarang, Penghianat negara di muliakan,. Rating: 4.5 Diposkan Oleh: zavirraa khan

2 komentar:

Anonymous said...

Salah kisah bung.
Po An Tui memang laskar pengkhianat paska proklamasi kemerdekaan.
Yang dibuat monumennya di TMII laskar Sunan Kuning pejuang tahun 1740an.

*facepalm*

Anonymous said...

SALAH..
Ini bukan peresmian monumen Poh An Tui.. ini monumen Laskar Tionghoa yg dikomandoi Kapiten Sepanjang / Tan Sin Kho. Salah satu perang terbesar melawan VOC/ kolonial Belanda di bumi nusantara (yg hilang dalam catatan sejarah).

Perang nya meliputi hampir semua pulau jawa.. dari Batavia, cirebon, tegal, semarang, pati, Kudus, Juwana, solo, yogya, tuban, lasem hingga surabaya (bergabung dg laskar Untung surapati dan namanya diabadikan dg nama jalan Sepanjang di sby) dan terakhir di bali (setelah lari dari pengasingan di Srilangka).

Sejarah jg mencatat, Benteng VOC di ibukota Kesultanan Mataram di Kartasura berhasil direbut dan membuat PakuBuwono II dg dibantu Belanda melarikan diri dari istana.

Kapiten Sepanjang adalah guru bagi bangsawan2 pulau Jawa yang kelak menjadi raja di tanah Jawa, Pangeran Mangkubumi (Hamengkubuwono I - Yogyakarta), Raden Mas Said (Mangkunegoro I) dan Amangkurat V (sunan Kuning yg bertahta di Kertasura, dan memaksa Paku Buwono II membangun keraton baru di Sala yg sekarang kita kenal dg kota Solo).

Sy tdk tau mengapa skr banyak media2 provokatif penebar kebencian dan permusuhan yg hanya mengejar traffic di Indonesia.

Berpikirlah bijak.. Tabayyun lah sblm share..