PEMBERDAYAAN MENUJU PETANI KALIMATI MANDIRI

PEMBERDAYAAN MENUJU PETANI KALIMATI MANDIRI
Konsep pemberdayaan masyarakat secara mendasar berarti menempatkan masyarakat beserta institusi-institusinya sebagai kekuatan dasar bagi pengembangan ekonomi, politik, sosial, dan budaya. Menghidupkan kembali berbagai pranata ekonomi masyarakat untuk dihimpun dan diperkuat sehingga dapat berperan sebagai lokomotif bagi kemajuan ekonomi merupakan keharusan untuk dilakukan. Ekonomi rakyat akan terbangun bila hubungan sinergis dari berbagai pranata sosial dan ekonomi yang ada didalam masyarakat dikembangkan kearah terbentuknya jaringan ekonomi rakyat.
Dalam rangka mencari solusi masalah ekonomi dan politik serta budaya yang dihadapi desa kalimati saat ini, semua pihak telah memberikan rambu-rambu untuk tidak terjebak membuat ‘bungkus baru namun isi lama’. Dari berbagai tawaran alternatif model pemberdayaan masyarakat, ‘model ekonomi kerakyatan’ secara teoritik telah berkembang menjadi wacana baru saat ini.
  Untuk itu, maka pemberdayaan ekonomi rakyat ( dalam penerapan untuk petani desa kalimati ) berarti menuju kepada terbentuknya kemandirian petani , yaitu berperilaku efisien, modern dan berdaya saing tinggi. Perilaku efisien artinya berpikir dan bertindak serta menggunakan sarana produksi secara tepat guna atau berdaya guna. Berperilaku modern artinya mengikuti dan terbuka terhadap perkembangan dan inovasi serta perubahan yang ada. Sedangkan berdaya saing tinggi yaitu mampu berpikir dan bertindak serta menggunakan sarana produksi atas dasar memperhatikan mutu hasil kerjanya dan kepuasan konsumen yang dilayaninya (Sumardjo, 1999).
Gagasan pemberdayaan ekonomi rakyat menurut Mahmudi (1999) adalah merupakan upaya mendorong dan melindungi tumbuh dan berkembangnya kekuatan ekonomi lokal dan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek) oleh masyarakat yang berbasiskan pada kekuatan rakyat. Muatan gagasan ini tidak saja dituntut untuk dapat mendayagunakan dan menghasilgunakan potensi sumber daya lokal untuk kepentingan kesejahteraan rakyat, tetapi juga terlindunginya hak-hak rakyat dalam pengelolaan sumberdaya lokal sesuai dengan kepentingan ekonomi dan sosialnya.
Beberapa pendekatan dan strategi dalam pemberdayaan masyarakat (Karsidi, 2001) menuju kemandirian petani dan nelayan kecil, dapat ditempuh dengan berbagai upaya sebagai berikut :
a. Memulai dengan tindakan mikro dan lokal. Proses pembelajaran rakyat harus dimulai dengan tindakan mikro dan lokal, namun memiliki konteks makro dan global.
b. Pengembangan sektor ekonomi strategis sesuai dengan kondisi lokal (daerah). Karena masing-masing daerah potensinya berbeda, . .
c. . Pendekatan kawasan berarti lebih menekankan pada kesamaan dan perbedaan potensi yang dimiliki oleh suatu kawasan tertentu. Dengan pendekatan ini akan memungkinkan terjadinya pemberdayaan masyarakat dalam skala besar dan lebih lanjut akan memungkinkan terjadinya kerjasama antar kawasan yang lebih produktif.
d. Membangun kembali kelembagaan masyarakat. Peranserta masyarakat menjadi keniscayaan bagi semua upaya pemberdayaan masyarakat, jika tidak dibarengi munculnya kelembagaan sosial, ekonomi dan budaya yang benar-benar diciptakan oleh masyarakat sendiri. Misalnya lumbung desa dan organisasi lokal lainnya dipersilahkan tetap hidup.
e. Mengembangkan penguasaan pengetahuan teknis. Perlu dipahami bersama bahwa desakan modernisasi telah menggusur ilmu pengetahuan dan teknologi lokal dan menciptakan ketergantungan masyarakat lokal pada input luar serta hilangnya kepercayaan diri yang sangat serius.
f. Pengembangan kesadaran pelaku ekonomi. Karena peristiwa ekonomi juga merupakan peristiwa politik atau lebih dikenal dengan politik ekonomi, maka tindakan yang hanya ber-orientasi memberikan bantuan teknis jelas tidak memadai. Pemberdayaan yang diperlukan adalah tindakan berbasis pada kesadaran masyarakat untuk membebaskan diri dari belenggu kekuatan ekonomi dan politik yang menghambat proses demokratisasi ekonomi. Komitmen para petugas pemberdayaan masyarakat dan lembaga-lembaga terkait pada pengembangan kemandirian petani merupakan sesuatu yang sangat diperlukan.
g. Membangun jaringan ekonomi strategis. Jaringan strategis akan berfungsi untuk mengembangkan kerjasama dalam mengatasi keterbatasan-keterbatasan yang dimiliki kelompok ekonomi satu dengan lainnya baik dalam bidang produksi, pemasaran, teknologi dan permodalan. Salah satu yang sudah waktunya dibangun adalah jaringan infrastruktur telekomunikasi dan sistim informasi pendukungnya yang memanfaatkan seperti internet untuk membuka pintu gerbang seluas-luasnya bagi petani  atas informasi yang diperlukan bagi pengembangan usahanya ( setidanya memalui mediasi para petugas penyuluh/pendamping pemberdayaan masyarakat).
h. Kontrol kebijakan. Agar kebijakan pemerintah benar-benar mendukung upaya pemberdayaan masyarakat, maka kekuasaan pemerintah harus dikontrol. Sebagai contoh adalah keikutsertaan organisasi petani  dalam proses pengambilan keputusan tentang kebijakan pertanian dan .
Dengan memperhatikan arah tantangan pertanian  yaitu seharusnya dikembangkan ke arah agribisnis, maka perlu mendapat penekanan bahwa sasaran strategis pemberdayaan masyarakat bukanlah sekedar peningkatan pendapatan semata, malainkan juga sebagai upaya membangun basis-basis ekonomi yang bertumpu pada kebutuhan masyarakat dan sumberdaya lokal yang handal. Dalam kerangka tersebut, keberhasilan upaya pemberdayaan masyarakat tidak hanya dapat dilihat dari meningkatnya pendapatan masayarakat melainkan juga aspek-aspek penting dan mendasar lainnya.
Beberapa aspek penting yang perlu mendapatkan perhatian dalam pemberdayaan masyarakat petani dan nelayan, antara lain :
a. Pengembangan organisasi/kelompok masyarakat yang dikembangkan dan berfungsi dalam mendinamisir kegiatan produktif masyarakat, misalnya berfungsinya HKTI, HNSI , dan organisasi lokal lainya .
b. Pengembangan jaringan strategis antar kelompok/organisasi masyarakat yang terbentuk dan berperan dalam pengembangan masyarakat tani dan nelayan, misalnya asosiasi dari organisasi petani , baik dalam skala nasional, wilayah, maupun lokal.
c. Kemampuan kelompok petani  dalam mengakses sumber-sumber luar yang dapat mendukung pengembangan mereka, baik dalam bidang informasi pasar, permodalan, serta teknologi dan manajemen, termasuk didalamnya kemampuan lobi ekonomi.
d. Pengembangan kemampuan-kemampuan teknis dan manajerial kelompok-kelompok masyarakat, sehingga berbagai masalah teknis dan organisasi dapat dipecahkan dengan baik.

Related Posts:

Program Sertifikasi Tanah UKM

Program Sertifikasi Tanah UKM

Kriteria : Program Pertanahan
Judul    : Sertipikasi Tanah UKM
by : Endang Sudarto

Keberadaan UKM patut mendapatkan perhatian dari semua pihak dalam kerangka pembangunan ketahanan ekonomi masyarakat. Saat ini minat UKM telah berkembang sedemikian rupa pesatnya dari semua sektor produktivitas masyarakat. Namun dalam perkembangannya sering terkendala dalam pengembangan modal usahanya, terutama untuk pengembangan permodalan. Peluang untuk mendapatkan permodalan dari lembaga keuangan  perbankan atau lembaga permodalan lainnya seperti koperasi sering kali terbentur pada persyaratan agunan.


Salah stu kendala dalam agunan tersebut adalah masalah sertipikat hak atas tanah. Sering kali masyarakat UKM mampu menyediakan agunan tetapi terkendala hak atas tanahnya belum terdaftar ( belum bersertipikat ) seadngkandari pihak lembga permodalan mempersyaratkan sertipikat hak atas yang dikeluarkan oleh Badan Pertanahan Nasional Republik Indonesia (BPN RI).

Pemerintah melalui BPN RI menyadari akan fenomena tersebut. Untuk membantu masalah yang dihadapi oleh UKM ini oleh pemerintah diselenggarakan program pemberdayaan usaha kecil dan mikro (UKM) melalui kegiatan sertipikasi hak atas tanah usaha kecil dan mikro dalam rangka pemberdayaan akses permodalan untuk penyediaan  jaminan kredit ke lembaga keuangan bagi masyarakat penggiat UKM dengan harapan dapat dimanfaatkan jika suatu saat  mereka membutuhkannya untuk dijadikan agunan guna mendapatkan tambahan modal usaha. Sehingga dengan program ini kedepan para penggiat UKM dapat meningkatkan pengembangan usaha dan iklim investasinya dan tentu saja diharapkan akan dapat menigkatkan kesejahteraan masyarakat usaha kecil dan mikro.

Sesuai dengan semboyan BPN RI "lihat kedepan dan lakukan sesuatu yang dibutuhkan, dipikirkan serta yang dirasakan rakyat", program ini merupakan salah satu wujud nyata keberpihakan BPN RI kepada rakyat khususnya masyarakat usaha kecil dan mikro dalam bhaktinya "tanah untuk kesejahteraan rakyat" dengan memberikan rasa nyaman berusaha.
Diharapkan juga melalui program pemberdayaan masyarakat di bidang pertanahan ini dapat  meningkatkan kemampuan penyediaan jaminan kredit setelah kepada mereka diberikan  peningkatan status legal hak atas tanah usaha kecil dan mikr, meningkatkan aksesibilitas untuk memperoleh kredit dan pembiayaan dari perbankan / koperasi, dan pada akhirnya dapat meningkatkan modal dan kesejahteraan UKM.

Tujuan dari program ini adalah memberikan kepastian hukum hak atas tanah usaha mikro dan kecil untuk meningkatkan akses permodalan, yaitu peningkatan kemampuan jaminan kredit / pembiayaan pada perbankan / koperasi dalam rangka pengembangan usaha. Sedangkan yang menjadi sasaran program ini adalah Usaha Mikro dan Kecil (UKM), calon dan / atau debitur Bank / Koperasi yang membutuhkan tambahan plafon kredit / pembiayaan yang secara teknis dinyatakan layak (feasible), akan tetapi terkendala pada jaminan hak atas tanahnya belum bersertipikat.

Kegiatan Sertipikasi Hak Atas Tanah pada Program Pemberdayaan Usaha Kecil dan Mikro ini meliputi serangkaian kegiatan sosialisasi, identifikasi, seleksi, verifikasi subyek dan obyek UKM, dan proses pengurusan sertipikat hak atas tanah. Kegiatan Sosialisasi dilakukan oleh POKJA, identifikasi UKM oleh Dinas Perindagkop,UKM dan Pasar, verifikasi dan proses sertipikasi hak atas tanah dilaksanakan oleh Kantor Pertanahan Kabupaten/Kota.

Pada tahun anggaran 2011, Kantor Pertanahan Kota Pagaralam menyelenggarakan Program Pemberdayaan UKM melalui kegiatan sertipikasi hak atas tanah dengan target fisik 100 bidang tanah, yang mana seluruh pembiayaan berkaitan dengan sertipikasi hak atas tanah tersebut di bebankan pada Dipa BPN. Artinya, peserta program terseleksi untuk proses pembuatan sertipikat hak atas tanahnya tidak akan dikenakan biaya apapun karena sudah dibebankan pada anggaran APBN Dipa BPN. Bagi peserta yang telah terpilih dan memenuhi persyaratan yuridis kepemilikan tanahnya dapat diperoses oleh Kantor Pertanahan Kota Pagaralam. Peserta program hanya diwajibkan membayar Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan ( BPHTB ) yang besarannya secara prinsip merupakan self servis, yaitu menghitung dan membayar sendiri ke Bank yang ditunjuk oleh pemerintah (untuk Kota Pagaralam ditunjuk Bank Sumsel).

Siapa saja yang dapat menjadi peserta program ini dan apa saja kriteria dan persayaratannya..?
Peserta :
1. Usaha Mikro dan Kecil dan / atau Koperasi atau;
2. Calon dan / atau debitur perbankan/Koperasi yang memenuhi kelayakan usaha dari perbankan / Koperasi.

Kriteria dan Persayaratan :
1. Tanah yang di ajukan tidak dalam sengketa;
2. Tidak berstatus tanah warisan yang belum dibagi;
3. Tanah sudah dikuasai secara fisik oleh pelaku UKM;
4. Lokasi tanah berada di dalam wilayah Kota Pagaralam
5. Berdomisili di dalam wilayah Kota Pagaralam dibuktikan dengan KTP;
6. Memiliki bukti pemilikan tanah ( Alas Hak )
7. Bidang tanah yang dimohon tidak berada di atas Hak Pengelolaan;
8. Pernyataan kesediaan dan sanggup untuk membayar BPHTB;
9. Menunjukkan Letak, memasang tanda batas,  dan menunjukkan batas-batas bidang tanah;
10. Luas Tanah Pertanian maksimum 2 Ha;
11. Luas Tanah Non Pertanian maksimum 2000 M2
12. Lolos Seleksi

Related Posts:

penetasan telur

memulai suatu usaha bagi sebagian orang itu sangatlah susah,tetapi perlu diaingatkan kembali bahwa untuk membuat usaha jangan hanya dipikirkan tapi lakukan,dimulai dengan melihat banyak anak ayam didesa muncullah ide usaha penetasan telur.

dengan bermodal kan 50.000 rupiah kita bisa membuat alat penetas telur.lebih murah ketimbang kita harus membeli alat penetas telur yang ada ditoko-toko,pada dasarnya penetasan telur itu tergantung pada suhu,maka elemen yang paling penting adalah termometer ruangan.

kegiatan itu aku lakukan dari tanggal16 mei dan mungkin akan menentas pada tanggal 5 juni,,,dari tulisan ini aku buat dah ada sekitar 10 hari so ninggal nunggu lagi 11 hari,pemilihan telur tidaklah cukup rumit yang kita bayangkan,telur kita beli dari peternak tradisional.lihat bentuk telur,diterawang,lalu telur dimasukan didalam mesin penetatas telur.
teknik dalam menentas kan juga tidak terlalu rumit,letakkan telur dirak penampung telur dengan posisi kemiringan sekitar45 derajat.ujung telur yang lancip ditraruh dibawah dan yang besar diatas,,selamat mencoba

Related Posts: