PEMINPIN BARU INDONESIA

indonesia,
 membutuhkan pemimpin yang berjiwa nasionalis sehingga sumber daya alam (SDA) Indonesia untuk sebesar-besarnya kemakmuran bangsa Indonesia sesuai dengan Pasal 33 Undang-Undang Dasar (UUD) 1945.
mengelola sumber daya alam dengan baik,terkonsep dan berkesinambungan
indonesia
menginginkan pemimpin yang bekerja nyata dan mampu membawa perubahan.
perubahan ke arah lebih baik,membawa rakyatnya sejahtera.
indonesia harus bangkit, INDONESIA HARUS MERDEKA.

AYooo  SELAMATKAN INDONESIA

Related Posts:

NAHKODA " PEMIMPIN TERTINGGI DI KAPAL "

NAKHODA

Nakhoda memiliki komando absolut di kapal dan memiliki kewenangan penuh atas semua aspek atas operasi kapal, baik di laut maupun di pelabuhan.  Dalam hal terjadi situasi darurat,

Nakhoda ataupun perwira yang sedang bertugas harus mengambil tindakan yang diperlukan untuk melindungi jiwa, property dan lingkungan, walupun hal itu tidak disebutkan dalam manual ini maupun peraturan perusahaan.

Nakhoda memiliki kewenangan yang dilindungi hukum atas seluruh personil di kapal.

Related Posts:

PEMIMPIN TERBAIK " MUHAMMMAD AL FATIH "

menceritakan sosok luar biasa seorang Muhammad Alfatih, sang penakluk konstantinopel, seorang pemimpin terbaik yang sudah disebutkan Rasulullah hampir delapan abad sebelumnya. Juga bagaimana proses penaklukan ibukota Byzantium itu terjadi.
Sultan Muhammad adalah seorang pemimpin luar biasa yang tidak semata-mata kuat dan cerdas namun merupakan seorang yang sangat shalih. Keshalihahnya itu terbentuk sejak dini berkat didikan sang ayah, Sultan Murad II, dan murabbinya yaitu syaikh Rabbani Ahmad bin Ismail Al-Kurani. Peran yang dimainkan syaikh Al-Kurani dalam membentuk kepribadian Muhammad Alfatih sejak kecil adalah dua hal. Satu, meningkatkan gerakan jihad Utsmani. Dua, beliau selalu mengisyaratkan kepada Muhammad Alfatih bahwa yang yang dimaksud dalam hadits dengan pemimpin yang akan membuka kota Konstantinopel adalah diri Muhammad Alfatih, “Konstantinopel akan takluk di tangan seorang laki-laki. Maka orang yang memerintah di sana adalah sebaik-baik penguasa dan tentaranya adalah sebaik-baik tentara.” Oleh sebab itulah, Muhammad Alfatih sangat merindukan agar dirinya menjadi orang yang mampu merealisasikan sabda Rasulullah tersebut. Hingga akhirnya gelar Alfatih pun diberikan kepadanya karena akhirnya beliau menjadi “Sang Penakluk” Konstantinopel.
Begitulah, kami sangat mengagumi sosok Muhammad Alfatih, sehingga nama Alfatih kami jadikan nama untuk putra-putri kami kelak, karena berharap mereka akan seperti Muhammad Alfatih, menjadi pemimpin terbaik atau setidaknya menjadi jundi terbaik dalam berjuang menegakkan diinullah, insyaAllah.
Ok, kembali ke film Fetih 1453.Berharapnya sih film ini minimal akan sekaliber film Omar lah, yang walaupun dibumbui pro kontra visualisasi tokoh-tokoh para sahabat, namun menurutku film Omar memiliki ruh luar biasa dalam menyampaikan kebaikan, dan hampir menggambarkan sejarah asli yang terjadi. Lalu bagaimana dengan film ini? Jujur saja, saya yang sebelumnya antusias malah kecewa berat. Entahlah. Intinya, menurut saya pribadi sih film ini tidak layak dijadikan tontonan buat anak-anak, apalagi menjadi referensi film sejarah. Ini pendapat pribadi loh bukan fatwa, jadi sah-sah saja kan?
Alasan kekecewaan:
1. Penggambaran sosok sultan Mehmed (Muhammad Alfatih) dalam film ini sama sekali tidak seperti yang dikisahkan dalam buku-buku tarikh. Sosok Fetih dalam film ini tak jauh berbeda dari kebanyakan sultan pada umumnya dengan pakaian glamour dan gaya yang angkuh. Begitupun ketika dimunculkan tokoh yang katanya istri Sultan Mehmed. Yang ditampakkan hanya sesosok permaisuri dengan aurat yang terbuka. Jika ada yang mengatakan bahwa dalam legenda digambarkan bahwa permaisuri Sultan Mehmed memang tidak menutup aurat, maka perlu dicermati dulu, dari mana legenda itu berasal..
2. Yang ditonjolkan dan selalu disebut dalam film ini, alasan mengapa sultan Mehmed berambisi kuat ingin menaklukkan konstantinopel adalah demi kebanggaan negaranya. Benarkah demikian. Dalam sejarah, Sultan Muhammad memiliki cita-cita luhur dalam menaklukan konstantinopel adalah karena ingin mewujudkan apa yang sudah Rasulullah sampaikan 800 tahun sebelumnya. Menaklukkan konstantinopel demi menyebarkan Islam, dengan semangat jihad di jalan Allah, bukan cuma masalah kebanggaan negara.
3. Ada beberapa adegan perkelahian dalam peperangan yang terlalu fulgar dan terlalu menonjolkan unsur kekerasan yang sadis. Juga banyak adegan mengumbar aurat yang sangat tidak layak tonton.
4. Nah ini nih yang paling bikin eneg. Entah kenapa tokoh ini lebih banyak muncul dibanding sang sultan, yaitu seorang prajurit kepercayaan sultan bernama Hassan. Yang lebih mengherankan lagi adalah adanya kisah cinta sang prajurit bersama seorang putri insinyur pembuat meriam,yang dalam sejarah insinyur bernama Orban itu memang nyata ada. Dan entah kenapa menjadi banyak sekali adegan tak pantas di sini. Kisah mereka sangat sering muncul, seolah sengaja dijadikan pemanis untuk film ini.
Di akhir cerita, tokoh Hassan ini menjadi pahlawan yang mengibarkan bendera Turki Utsmani di benteng Konstantinopel dengan sangat dramatis. Mungkin memang benar ada sosok prajurit luar biasa seperti ini dalam sejarah aslinya, tapi apa benar kisah aslinya seperti ini? Seorang prajurit yang terlibat cinta segitiga dengan putri insinyur pembuat meriam dan panglima pasukan Konstantin bernama Justinian. Ujung-ujungnya sudah bisa tertebak, Hassan dan Justinian bertarung hebat hingga Justinian tewas. Tampak seperti film Bollywood.
Perlu dicatat, bahwa dalam sejarah disebutkan bahwa prajurit-prajurit yang terlibat dalam penaklukan Konstantinopel adalah prajurit-prajurit pilihan, yang mereka bergerak atas dasar semangat jihad. Bahkan dikisahkan bagaimana ketika Sultan Muhammad mencek amalan-amalan ibadah mereka untuk menjaga kualitas kedekatan mereka dengan Allah. Itu karena prajurit-prajurit pilihan tak cukup sekedar kuat tetapi juga harus shalih.

Related Posts:

jawaban tegas dari Sultan Brunei " Hassanal Bolkiah

Berikut jawaban tegas dari Sultan Brunei Hassanal Bolkiah terkait kecaman keras yang ditujukan atas kebijakan penerapan Syariah Islam di negaranya, sebagaimana dilansir oleh My News Hub, Kamis (8/5/2014).
Di negara Anda, Anda mengklaim menerapkan kebebasan berbicara, kebebasan pers, kebebasan beragama, dan sebagainya. Hal tersebut ada dalam konstitusi Anda dan sistem politik Anda, identitas nasional Anda, hak Anda dan cara hidup Anda.
Di negara kami, kami mempraktekkan budaya Melayu, Islam, Sistem Monarki, dan kita akan menerapkan hukum dan Syariah Islam. Islam adalah konstitusi kami, identitas nasional kami, hak kami, dan cara hidup kami,
Kami mungkin menemukan celah (kelemahan) dalam sistem hukum dan peradilan Anda, dan Anda mungkin menemukan hal yang sama pada kami, tapi ini adalah negara kami. Sama seperti Anda yang mempraktikkan hak Anda untuk menjadi gay, dll untuk kehidupan Anda di duni ini. Sedangkan kami mempraktekkan hak-hak kami untuk menjadi Muslim untuk kehidupan di dunia dan akhirat.
Ini adalah sebuah negara Islam yang mempraktekkan hukum Islam. Mengapa Anda tidak khawatir tentang anak-anak Anda yang ditembak mati di sekolah-sekolah, khawatir tentang penjara-penjara Anda yang tidak mampu untuk menampung narapidana, khawatir tentang tingginya tingkat kejahatan, khawatir tentang tingginya tingkat bunuh diri dan aborsi, khawatir tentang apa saja yang seharusnya Anda khawatirkan di negara Anda. Sebagian besar agama menentang homoseksualitas, itu bukanlah sesuatu yang baru.
Pada saat Anda mendengar bahwa Islam dan Muslim membuat sikap dan berusaha untuk meneguhkan kembali iman mereka, Anda menghakimi, Anda melakukan boikot, Anda mengatakan bahwa itu salah, itu bodoh, itu biadab.
Sekali lagi, seharusnya Anda fokus terhadap kekhawatiran-kekhawatiran yang telah saya sebutkan sebelumnya. Apakah tidak salah [hukum] yang membolehkan senjata mematikan? Apakah tidak salah [hukum] yang membolehkan bayi yang belum lahir dibunuh? Apakah tidak salah [hukum] yang membolehkan gaya hidup yang menghasilkan AIDS dan terputusnya generasi?
Mengapa Anda begitu peduli terhadap apa yang terjadi di sini, di sebuah negara Islam, sedangkan pada saat yang sama Anda bahkan tidak membuka mata tentang apa yang terjadi di Suriah, Bosnia, Rohingya, Palestina, dan lain-lain?
Ribuan orang terbunuh di sana dan Anda tidak peduli, tidak ada seorangpun yang terbunuh di sini di bawah hukum Syariah ini, dan Anda begitu meributkannya, bahkan pada saat warga di sini yang langsung terkena dampaknya, menerimanya dengan damai.
Hukuman mungkin keras tetapi tidak berarti bahwa ini lebih mudah untuk dilakukan. Ada proses yang harus dilalui sebelum suatu hukuman yang sebenarnya dijatuhkan. Kami baik-baik saja dengan ini, dan kami senang.
-

Related Posts:

prabowo subianto di mata anak buah nya

Meski sedang bertugas di medan perang, tidak pernah berhenti membaca buku. Saban malam dia membaca buku-buku dia bawa.
Kebiasaan membaca ini membuat Prabowo memiliki pengetahuan luas, termasuk soal strategi perang dan menjadi pemimpin bagus. Dia kerap melontarkan ide-ide cemerlang dan inovatif.
Mulai dari teropong malam, cokelat, dan vitamin penambah tenaga dia siapkan untuk pasukannya. Perlengkapan itu dibeli dari dana pribadi Prabowo. “Dulu di TNI belum ada teropong malam, tapi Pak Prabowo sudah memakai itu,” kata seorang sumber saat ditemui  Selasa pekan lalu di sebuah hotel di Cikini, Jakarta Pusat. Bahkan Prabowo mempersiapkan pakaian perlengkapannya sendiri. Dia membeli kebutuhan perlengkapannya memakai kocek sendiri.
Bukan hal mengejutkan ketika itu gaji tentara pas-pasan. Namun Prabowo selalu berusaha agar para prajuritnya semangat menjalani hidup. Meski lahir dari keluarga kaya, dia memilih mengabdi sebagai serdadu. Dia tidak pernah sekalipun menjual nama besar ayahnya, Soemitro Djojohadikusumo, untuk mengerek karier militernya.
Kepribadian ini begitu berkesan di mata anak buahnya sampai sekarang. Mereka masih ingat pesan Prabowo. “Saya nggak mungkin kasih uang, nggak mungkin kasih beras, maka saya berikan nama baik kepada keluarga,” ujar sumber yang sama.
Bagi kalangan mantan prajurit Perang Timor Timur, Prabowo memang dikenal apa adanya. Dia kerap makan di kantin dan berpergian dengan mobil dinas jeep milik Angkatan Darat. Tak pernah sekalipun Prabowo datang dengan mobil pribadi.
Cerita mengesankan datang saat Prabowo masih memimpin Komando Pasukan Khusus bertempur di Timor Timur. Selama sepekan Prabowo dan pasukannya tidak mendapatkan pasokan makanan lantaran memasuki daerah rawan. Helikopter tidak berani mendarat. Dari sana, kebersamaan dengan prajurit diingat hingga saat ini.
Dalam keadaan tanpa makanan, Prabowo bersama pasukannya tetap bertahan hidup. Dengan mengandalkan singkong dan rebung, pasukannya terus mengejar milisi Fretilin. “Seminggu kita nggak makan, hanya makan singkong dan rebung. Beliau selalu ada bersama kita,” tutur sumber itu.
Bagi anak buahnya, Prabowo selalu memberikan yang terbaik. Sebagai contoh, saat akan memulangkan pasukannya dari Timor Timur usai Operasi nanggala 28, Prabowo langsung meminta agar diangkut dengan pesawat Herkules. Padahal saat itu bala tentara lain kembali ke Jakarta naik kapal. “Malamnya barang-barang diangkut ke kapal dan kita naik Herkules,” katanya.
Selain fasilitas agar prajuritnya tidak memikirkan selama bertugas, Prabowo menghargai kerja bawahannya. Dia tidak menghalangi untuk mempromosikan anak buahnya ikut sekolah perwira. Jadi jangan heran jika di masa kepemimpinannya, Prabowo dikenal sebagai komandan paling digandrungi. “Dia tidak pernah melarang kita untuk sekolah,” ujarnya.

Related Posts: