Jalanan sepi se sepi hatiku

Jalanan sepi dan basah, kawan. Tetapi, lampu-lampu jalanan kiranya masih menyala kala itu, aku merasakan dingin yang menusuk tulang. Hujan sudah selesai, tetapi udara tentu saja sangat dingin.aku terbaring di teras sebuah musholla di terminal bus pulo gadung dengan cemas yang deras menggerayangi perasaan. Hari ini9 adalah pertama kali aku menginjakkan diri kejakarta,Aku sudah membulatkan tekad untuk mencari pekerjaan dikota di Kecemasan makin deras, sukar dibendung. aku sering mengalami kecemasan. Tapi kali ini baru akualami sepanjang hidup.

aku urung membakar sisa rokok yang tinggal sebatang-batangnya. Dimasukkannya kembali rokok itu ke dalam saku jaket. Taksi yang diharapkan lewat dan membawanya pergi dari tempat itu tak juga muncul. Udara dingin terasa semakin menghisap tenaga dan denyut nadinya serupa terik matahari menghisap embun di pagi hari. Ia meraba dadanya, seakan mengukur kemampuannya bertahan.

Di langit bulan direnggut lapisan awan tebal. Sisa hujan menggenang di jalan berlubang, sesekali berkilau tersiram cahaya lampu. Tak ada suara angin atau gonggongan anjing. Hanya sesekali, lamat, suara kersik daun kering yang putus dari tangkainya melayang tenang sebelum hinggap di badan jalan yang betul-betul lengang seperti kuburan.

Related Posts:

Akan kubanggakan mereka

Dengan berbagai pikiran yang berkecamuk, aku akan terus melangkah. Aku ingin bekerja untuk mengangkat derajat dan kehidupan ini. Setelah lulus dari Sekolah kejuruan kini aku harus menatap sebagian perjalanan yang belum aku lalui. Disekolah itu aku telah ditempa untuk berani mengambil keputusan. Aku berani untuk terus berjuang, aku berlatih sedikit tentang arti kekompakan, tentang kedisiplinan, aku juga bangga disekolah tersebut aku bisa mendapatkan banyak teman.

Asrama,mungkin dalam benak orang lain asrama adalah tempat yang penuh dengan kebosanan karena kita ibarat burung yang terkurung, ada pula yang beranggapan bahwa sekolah diasrama identik dengan kemiliteran dan kekerasan, kehidupan yang tak ada kebebasan. Tetapi bagiku asrama adalah surgaku,Asrama adalah awal dari aku siap untuk menghadapi dunia yang kejam melebihi kekejaman di asrama.

Setiap pagi datang aku selalu terbangun untuk melakukan sholat pagi dan dilanjutkan dengan lari pagi. Mandi selalu berebut, makan bersama-sama dan untuk menuju kelas kita pun selalu berbaris dan berjalan bersama. Sehari kita melaksanakan apel sampai tiga kali,mungkin kalau yang dengar kata apel untuk yang pertama kali beranggapan itu suatu acara menghampiri seorang wanita. Tetapi apel di asrama ku adalah pengecekan atau absen kehadiran. Didalam asrama jiwa kebersamaan aku tumbuh,suka dan senang bersama.

SUPM,sekolah usaha perikanan menengah itulah nama sekolah ku.Setingkat dengan SMA dan didik untuk menjadi insan perikanan yang sejati dan propesional.Dengan pendidikan semi militer kita dipacu untuk menjadi orang yang kuat dngan kondisi dimana saja. nampak tersenyum bibir ini,melihat betapa megahnya sekolah ini. Belum sirna senyum ku,datang seorang anak menghampiri. Dia berkata sambil berjabat tangan"selamat datang di kandang macan"aku terdiam memikirkan maksud dari perkataan dia

Related Posts:

ASA

Semenjak perkenalan aku dengan miftah,tak pernah aku puas dengan sikap yang selama ini aku dapatkan.Dari kediamannya, dari cara dia berbicara, dari dia menemani jalan yang sering kudapatkan cuma kedongkolan hati.Hanya rasa kesal,dan sesal. Aku ingat dimana aku pertama ke main ke rumah nya.Dengan menggunakan sepeda ontel,kukayuh dengan semanagat demi bertemu dengan dia. Saat itu jangan kan sepeda motor, sepeda kayuh pun aku dapat dari pinjam. Sungguh hal yang tak pernah aku lakukan untuk seorang wanita, tapi biarlah karena memang begini lah aku. Sehabis sholat jumat,saat itu suasana hari sangat panas, jarak rumah aku dengan dia sekitar delapan kilo meter. saat itu aku benar-benar dibutakan,dibutakan karena sikap pendiamnya dan karena sikap jaim nya terhadapku.

berkata dalam hati ku untuk tak akan menyerah untuk mendapatkan serpihan cinta darinya. Aku masih seorang taruna, seorang yamng memiliki rasa juang tinggi,yang tak pernah menyerah dengan keadaan, yang tak minder dengan penampilan, dan tak pernah takut dengan perasaan. Sekali layar berkembang pantang bagiku untuk diturunkan.ombak dan gelombang bagiku adalah makanan sehari-hari. kukayuh lagi sepeda itu dengan semangat, sambil sesekali mendendangkan lagu.

Akhirnya sampai juga aku didepan rumahnya,untuk mendapatkan alamat rumahnya aku harus memaksanya. Ku taruh sepeda dan kurapikan sebentar kaos yang bertuliskan Islam not teroris.
Kupandangi tulisan tersebut,terpikir oleh ku apakah pantas aku main kerumah dengan pakaian seperti ini. Ah,yang penting aku sopan saja. Dengan langkah pasti aku datangai pintu rumahnya,nampak disamping teras ada beberapa anak laki-laki lagi berkumpul sambil bermain gitar,mereka menatap ku dengan tatapan tidak bersahabat. Aku cuekin saja selama mereka tidak menyakitiku. Ku ketuk pintu dan ku ucapkan salam, belum selesai salam yang ketiga ketika aku mau mengetuk pintu lagi,pintu itu terbuka dan nampak sosok yang aku harapkan. Jantung ku berdetak kencang dan aku membisu sebentar. Baru kali ini aku melihat miftah tanpa memakai jilbab. Rambut yang terurai panjang dan senyum manis menyambut kedatangan ku, disaat aku sedang menikmati kebisuan akupun dipersilahkan masuk. Ku ulurkan tangan dan kutanya kabarnya. Dia menjawab dengan lembut suaranya. Aku tersenyum, sekilas aku melihat sosok miftah yang keibu-ibuan,sikap kedewasaan yang terpancar itulah yang selama ini aku cari.

Sungguh setelah sekian lama mengenalnya bukanya kebahagian tapi rasa tidak pernah dianggap itulah yang membuat aku tersiksa,selama ini aku percaya akan kekuataan cinta,tapi kini luntur dengan sikap yang dia perlihatkan dihadapan ku.Pernah aku berpikir untuk meninggalkan miftah,tapi hati kecil berkata aku tak bisa untuk meninggalkannya.Alasan yang begitu kuat agar tidak meninggalkannnya adalah bahwa aku harus konsisten dengan apa yang aku ucapkan, dulu aku pernah bilang bahwa aku sangat mencintainya,aku sangat berharap agar bisa hidup dengan miftah. Tetapi bila melihat sikapnya aku jadi ragu untuk bersama nya. Selama ini tak ada rasa keterbukaan dalam dirinya,apa yang dia rasakan tak pernah aku tahu.Sedangkan aku berusaha untuk bersikap Care. Kususul dia ketanggerang,kucari dia dengan pengorbanan keringat. setelah ketemu sikap acuh yang ia perlihatkan.aku tetap terima,aku menunggu berjam-jam didepan perusahan dia kerja,aku bisa tahan. Tetapi aku minta kamu untuk jujur biar aku semakin kuat dan yakin akan cinta kita.

Permasalah cinta terkadang sangat menyesakkkan dadaku. Dari Orang tua, komunikasi dan cemburu. Orang tua yang selama ini membesarkan ku berharap agar aku bisa menemukan pendamping hidup yang boleh di bilang cukup secara materi,dan jalan satu-satunya bagi mereka adalah dengan menjodohkan aku. Orang tua masih mengharapkan agar aku bisa melanjutkan pendidikan,beban yang berat aku tanggung.Aku mau dijodohkan dengan seorang anak pengusaha makanan yang memiliki omset besar. Selain itu kita juga bertetangga, dan aku disuruh untuk melakukan pendekatan. Pertama aku menolak tentang perjodohan itu. Baru pertama aku menolak kehendak orang tua, aku jelaskan bahwa aku punya seorang wanita yang selama ini aku cinta.Di suatu malam aku duduk berdua dengan Abah, Abah panggilan aku pada bapakku.Abah mulai pembicaraan " Sam, gimana kalau kamu abah jodohkan dengan vivi anak nya bapak abdul"
"Kenapa harus dijdohkan,dan kenapa juga dengan putrinya bapak abdul"
"Mana ada orangtua yang mgnginginkan anak nya tak bahagia, Memang selama ini Abah kurang dalam hal memberi perhatian sama kamu, Abah banyak salah karena tidak selamanya memberi apa yang kamu inginkan. Tetapi memang kondisinya seperti ini, Alasan kenapa kamu mau Abah jodohkan karena abah mau kamu bisa kecukupan dalam hal materi, dan bisa memberi pendidikan yang lebih baik untuk kamu, dan anak-anak kamu nanti. Abah menyesal tak bisa menyekolahkan kamu lebih tinggi. Selain itu Abah ingin agar kamu tidak pergi terlalu jauh. Kamu lihat orang tua yang ditinggal anaknya itu, Bagaimana merana orang tua yang kangen akan pingin ketemu anaknya, yang ingin menjenguk cucu nya bila posisi nya jauh."

Aku hanya terdiam sesaat mendengarkan omongan Abah"tapi bah,Selama ini aku punya pacar.Namanya miftah aku sudah lama dengan dia. Hubungan aku dimulai dari aku masih kelas 2 Supm sampai aku seperti ini, dari aku masih pengangguran sampai aku sudah kerja"
"Memang apa yang kamu tahu tentang cinta, Banyak orang dibodohi tentang cinta. Abah dulu mencintai ibu kandungmu,tetapi apa yang Abah dapatkan hanya perpisahan.Kini kamu satu-satunya harapan Abah,dimana kamu yang akan menjunjung abah disaat terpuruk. Apa kamu pernah melihat orang yang bertengkar karena anak yang tak ada susu, pernah kamu melihat orang yang kelaparan tak ada sesuatu yang dimakan, lalu kemana cinta itu, apa cinta akan datang disaat kamu menemuhi permasalahan kebutuhan,apa kamu mau makan cinta" Dengan raut muka yang sedih abah bercerita tentang perpisahan nya dengan ibu kandung ku. Aku pun tak tahan mendengarnya" yah sudah bah,kalau memang itu jalan bagi ku maka aku akan menerimanya tanpa menyesal. Jad i seorang anak laki-laki dan terlahir di keluarga yang kurang mampu terkadang sangat susah, terkadang pula kita dihadapkan pada pilihan-pilihan yang berat. Pilihan yang membuat kita selalu tak lelap untuk tertidur.

Begitu banyak pilihan dari hal memilih pendamping hidup,aku harus mencari wanita yang cantik tetapi kurang dalam berpikir,manja atau aku harus memilih yang tajir,kaya tetapi kurang cantik dan dalam hal pergaulan sangat kurang. Terkadang pula aku dihadapkan dengan masalah aku harus cepat menikah atau memilih karier. Ah,,biarlah semua berjalan seperti matahari yang berganti dengan rembulan ,malam berganti siang dan seterusnya akan seperti itu.

Aku tak pernah mempermasalahkan dalam hal memilih yang jadi beban aku selama ini bagaimana aku harus menjalani itu semua. Tak cuma sebatas menentukan pilihan, melainkan pada menjalani hidup sesuai dengan keputusan yang telah aku buat.Lalu apa yang harus aku lakukan, aku cuma bisa terus bersabar dan bersabar. Cinta ini sungguh tak aku mengerti. Kita tak sering bertemu, lalu dengan apa kita akan bisa saling percaya. Walaupun mulut ini berkata akan setia tetapi dalam hati aku merasa kurang yakin dengan dirimu. Kini terbukti juga bahwa dirimu yang tak setulus mencintai aku, kamu tak sabar untuk aku memperkenalkan dirimu pada orang tuaku. kamu tega meninggalkan aku,walau sebenarnya kepergian mu tak begitu membuat aku kecewa.

Selamat tinggal,semoga kamu bisa berbahagia dengan siapa yang telah kamu pilih. Biarlah aku terus melangkah, mengejar sebuah asa. Dan aku akan terus berlari untuk temukan tentang arti cinta.Aku akan membuka harti ini untuk beribu cinta yang belm aku genggam. Ku tak kan leleh untuk terus berjuang demi setitik harapkan.Yah memang apa yang kita cintai tak selamanya bisa kita miliki,tetapi kita bisa cukup dengan mencintai sudah berbahagia.Apa yang telah digenggam kadang bisa terlepas begitu saja. Kadang aku tertawa,bersedih,menangis bilamana mengingat masa kita bersama.


Related Posts:

rasa yang tak wajar

memang perkenalan aku dengan miftah sudah kehendaknya, dari sekedar jabat tangan sampai aku merasakan kegalauan dalam hati. Dulu semasa masih mengeyam bangku sekolah aku dipertemukan dengan sosok wanita yang mungil,cantik dan beljilbab. sosok itu telah membuat aku selalu ingin bersama dia. Aku tak pernah merasakan rasa seperti ini sebelumnya,rasa ini sungguh sangat mengganggu aku. Mengganggu aku disaat tidur,mengganggu aku disaat makan dan mengganggu aku disaat malam tiba,disaat sholat pun rasa itun datang menghampiriku.

Bayangan wajahmu seperti larut bersama nadiku,denyut jantung ku serasa ingin meneriakan namamu,dan mata yang tak bisa terpejam ini seperti ingin terus memandangi dan membayangkan wajahmu.rambut mu 7yang terurai dengan senyum manis yang mengembang membuat aku tak ingin jauh darimu

Related Posts:

hisyam sang fajar baru

hari terus berganti, dan seiring perjalan yang panjang aku menemukan apa yang menjadi kerisauan dalam hati. Dalam hal ini kita tahu apa yang manusia inginkan dan dambakan yaitu bahagia di dunia dan akhirat,lalu apa yang harus diolakukan untuk mencapai itu. Mentari pagi bersinar membawa harapan baru bagi kehidupan manusia.Mentari selama ini kita lupakan,mentari yang seakan sinarnya tak pernah kita hiraukan, padahal sinar itulah yang membuat mahluk bisa bernafas dengan lega, bisa merasakan kehangatan setelah malam mencekam,bisa mendengar nyanyian burung dan bisa kita tatap pohon yang menghijau. Sinarnya sangat bermanfaat tetapi kita hampir tak pernah menyadarinya,kita lupa sebagai mana kita lupa akan siapa yang membuat mentari. Sudah barang tententu pencipta maha karya yang agung adalah lebih dari penciptanya.sang kholik yang maha perkasa yang mengusai bumi dan seisinya serta yang mendatangkan malam dan siang yang menenggelamkan matahari dan bulan.

namaku Hisyam,hisyam murtado ibnu fath.anak yang terlahir dari sepasang orang tua yang bercerai karena keegoisan dan pemikiran yang mungkin aku tidak tahu. Keluarga yang hancur,keluarga yang tak utuh. keluarga yang terombang-ambing ditengah samudera yang tanpa nahkoda dan kompas. Aku tak pernah menyesal terlahir diantara mereka, bagaimana pun mereka adalah idolaku,mereka panutanku,mereka tempat aku mengadu dan mereka yang membuat aku seperti sekarang ini. Aku yang tahan akan kejamnya dunia,aku yang berusaha untuk belajar,aku yang berusaha untuk berdiri diatas kaki sendiri.

Selama itu aku hidup dengan belaian seorang nenek dan kakek yang tak pernah mengeluh merawat dan menjaga aku. mereka juga orang tua ku yang sangat aku kagumi, mereka sangat religius dan watak mereka sangat keras. Terkadang aku merasa terkekang dengan sifat kearogan dan keegoisan mereka,setiap apa yang mereka inginkan aku harus selalu mentaati dan melakukannya. Yang aku ingat dari kaket dan tak akan ku lupa disaat kakek marah melihat kelalaian aku dalam memnjalankan sholat. Ketika itu sudah masuk dzuhur dan aku masih keasikan main dengan teman-teman sampai jam dua siang. Aku tak menyanka setelah sampai dirumah,sendal japit yang selama ini dipakai kakek tiba2 melayang ke kepalaku.Aku dipanggilnya,Aku dipukul pakai rotan yang sering dipakai untuk memukuli kasur disaat dijemur. Aku menangis dan minta ampun tanpa jeritan aku tak dihiraukannya. Mungkin kakek sudah capek,aku pun dilepaskannya. Dengan nafas yang terengah-engah kakek berbicara"
Apa kamu tahu kesalahan kamu" Aku masih menangis menahan sakit disekujur tubuh ku,dan hanya gelengan kepala sebagai jawabannya.
" Sudah jam berapa sekarang,bukannya makan,sholat dan siap-siap madrasah malah keasyikan main. Perlu kamu tahu ALLAH itu tak butuh sholat mu yang butuh itu kamu,"
Sambil berlalu kakek pergi dan datang kembali sambil mengambil kan sarung serta peci. Tetapi dengan mimik yang tak lagi marah.
"Sana mandi dan siap-siap untuk berangkat madrasah"memang dari kecil aku selalu diajarkan untuk selalu disiplin dan taat dalam menjalankan agamaku. Dari hal yang semisal makan,jangan sampai ada seupah pun nasi yang tertinggal dalam piring. Yang aku ambil manfaat dari nasehat itu bahwa aku harus prihatin dan menghargai betapa berharganya sebutir nasi bagi yang tidak punya. Aku tak pernah sperti temen-temen yang kalau mau makan dicari dan disuapin, bilamana mereka berekreasi ada yang menemanin, kalau mau minta mainan tinggal menangis, dan bila mau berangkat sekolah mereka siapkan segala keperluannya. Aku tak iri dengan kondisi mereka, Karena aku sadar betul bahwa aku berbeda dengan mereka, aku adalah sang mentari yang sinarnya berguna bagi mahluk kehidupan, yang kehangatan nya selalu mereka rindukan, dan aku selalu mereka harapkan untuk kehidupan yang lebih baik. masih aku teringat pesan kakek bahwa manusia dilahirkan hanya untuk berbuat baik pada orang lain,berbuat baik pada alam dan berbuat baik untuk dirinya sendiri.orang yang bahagia bukan orang mempunyai harta yang berlimpah,bukan orang yang jabatannya tinggi,tetapi orang yang berbahagia adalah orang yang berilmu dan bisa membahagiakan orang tersebut dengan ilmunya.
Keras-kepala-lah untuk kebaikan. Janganlah engkau bersikap keras kepala untuk menolak anjuran dan nasehat baik. Janganlah engkau berlaku keras kepala, dan menolak cara-cara baru yang akan mengeluarkan dirimu dari kesulitan. itulah hikmah dari sikap keras kakek ku.memang sangat sedih dan kesal untuk usiaku yang terlalu didik dengan keras.

KU rindukan mereka

Itulah harapan yang aku panjatkan disetiap sujud ku,aku menangis untuk berharap akan mereka. Setiap pagi Disaat anak2 lain akan berangkat kesekolah,sungguh senangnya anak2 itu karena ada orang tua yang menyiapkan baju seragamnya,sarapan yang tertata di meja makan,makan disuapin,dan kesekolah pun diantar. Sedangkan aku jangankan untuk mandi dan baju seragam yang tertata rapi,uang saku pun terkadang tak aku miliki. Penderitaan,tak pernah aku anggap apa yang aku alami penderitaan.Bukankah penderitaan itu bilamana kita merasakan sakit,pedih atau berduka,tetapi semua aku anggap hanya sebagai rintangan yang kecil.

Dalam mimpi aku bisa merasakan kehangatan kedua orangtuaku,dan dalam kenyataanya kakek nenek adalah orangtua yang selama inii memberikan kasih sayang yang sangat spesial.Kakek bernama Abdul khanan,beliau seorang guru ngaji dikampung,setiap hari dimengajar para anak didik nya disebuah madrasah yang bernama madrasah ikhsaniyah kalimati.Aku bangga memiliki seorang kakek yang berjuang demi agama,walaupun terkadang beliau selalu mengajarkan kepada muridnya dengan keras.Sebagai cucu aku pun tak luput dari kerasnya kakek mengajar,bila mana ada hapalan yang tak bisa tak jarang pula sebuah pukulan tangan mendarat memakai sapu.

Kakek selain seorang guru ngaji,beliau juga terpandang dikampung karena beliau adalah petani yang sukses,puluhan hektar sawah membentang seperti lapangan terbang. Karena mempunyai sawah yang luas maka banyak pula pekerja yang selama ini mengabdi kepada kakek.Tapi kesemuanya tak membuat kakek sombong. Dan sosok kakek lah yang menjadi orang tua ku saat itu.

saat itu pada hari jumat,aku bermain seperti layaknya anak kecil

Related Posts: