Perikanan yang modern

perikanan adalah sektor yang masih kurang dalam hal pemanfaatan dan pelestariannya. Pemerintah masih kurang dalam hal memperhatikan sektor ini. Dengan luas laut yang melebihi daratan, sektor perikanan bisa untuk menunjang ekonomi rakyat dan sebagai sumber dari pemasukan negara. Berbagai potensi yang masih tersimpan dan kurang dalamm hal pengolahan, dan sebagian lagi mengalami penurunan dalam hal produksi.Begitu banyak kekayaan alam yang terkandung di negeri ini sehingga kita bingung memilih sektor mana yang mesti dijadikan skala prioritas pengembangannya. Tanah dengan segenap mineralnya, hutan dengan segala potensinya, dan laut dengan segala kekayaan yang dikandungnya. Kita linglung dalam hal optimalisasi masing-masing sumberdaya yang tersedia, sementara orang lain sudah menikmati faedahnya.

sepanjang garis pantai dan perairan laut merupakan tempat yang menyimpan begitu banyak kekayaan sumberdaya alam yang berlimpah; mulai dari sumberdaya yang dapat diperbaharui (seperti ikan, rumput laut, kayu bakau, dan hewan karang) sampai yang tidak dapat diperbaharui termasuk minyak dan gas bumi, bahan tambang serta mineral dan juga sumberdaya energy yang berasal dari angin, gelombang, pasang surut serta OTEC (Ocean Thermal Energy Conversion) yang belum dioptimalkan, terutama sumberdaya perikanan yang tersedia di perairan kita.Laut yang terhampar di Negara kita lebih luas dibandingkan dengan daratan, di mana Negara kita merupakan Negara bahari dengan 70 persen wilayahnya adalah perairan, dan juga Negara kepulauan terbesar di dunia yang terdiri 17.508 pulau besar dan kecil yang dikelilingi garis pantai sepanjang 81.000 km. Jika kita mampu mengoptimalkan pemanfaatan sumberdaya kelautan tentunya kita dapat menekan pemanfaatan sumberdaya lainnya yang bersifat terbatas. Kemampuan dan kemauan dalam mengeksploitasinya merupakan hal mutlak yang kita butuhkan. Kemampuan artinya sanggup mengeksploitasi kekayaan yang tersedia di laut bukan hanya mengandalkan cara-cara tradisional. Sementara kemauan berarti kita mau menempatkan kelautan sebagai sektor prioritas. Tentunya kemauan harus diiringi oleh kesamaan visi lintas komponen dalam mengaplikasikan hukum kelautan, pendanaan, pendidikan kelautan, serta kerjasama secara berkesinambungan.

Masyarakat nelayan modern yang menjadi tuntutan adalah masyarakat nelayan yang mampu mengeksplorasi sumberdaya perikanan dengan mempertimbangkan manfaat yang diperoleh dari pekerjaan mereka bukan semata-mata tergantung dari alam. Eksplorasi mereka tidak lagi bersifat tradisional, baik dari segi teknik penangkapan, alat, serta pemasaran. Katakanlah sebagai contohnya pada musim ikan-ikan tertentu, terjadi surplus ikan. Artinya secara hukum ekonomi, harganya pun mengikuti deret ketersediaan barang. Kalau barangnya melimpah ruah maka harganya murah. Kadang-kadang tidak terkonsumsi secara penuh sehingga diambil jalan akhir dengan menjadikan ikan-ikan tersebut sebagai produk baru seperti pengasinan, ikan kayu dll. Langkah tersebut masih tergolong tradisional, jika tahap pelaksanaannya masih mengandalkan cara-cara lama dengan teknik dan alat yang sederhana.

Proses pemanfaatan sumberdaya perikanan sudah berada pada tahap international development. Artinya kegiatan mereka tidak lagi bergantung pada kebutuhan lokal pada saat itu saja. Padahal kasus musim ikan seperti tersebut di atas secara alamiah mereka alami juga. Bedanya mereka sudah mampu mengolah surplus sumberdaya ikan yang ada dengan menggunakan teknologi modern serta pemasaran yang menganut prinsip internasional. Pengawetan atau pengalengan ikan misalnya. Semakin banyak ikan yang diperoleh maka semakin banyak pula produk yang mereka hasilkan, ketersediaan ikan tidak lagi bersifat musiman, artinya mereka dapat mengontrol distribusi ikan ke konsumen kapan saja. Dengan demikian secara hukum ekonomi mereka juga dapat mengontrol harga bagi produk mereka.

kemampuan eksplorasi untuk mengoptimalkan pemanfaatan sumberdaya perikanan meliputi seluruh tahap kehidupan nelayan sudah harus bersifat modern. Seluruh sendi harus mengandalkan teknologi, bukan lagi mengandalkan cara-cara tradisional. Memang tidak semudah membalikkan telapak tangan, namun upaya ke arah itu harus dimulai. Dalam hal ini kemampuan yang diharapkan harus didukung sepenuhnya oleh kemauan melakukan. Dari segi kemauan bukan hanya kemauan di hati, tetapi kemauan yang dimaksudkan adalah kemauan mengubah segala aspek hidup ke arah modern. Dalam hal ini porsi tanggung jawab terbesar ada di tangan pengambil kebijakan mengenai kelautan dan perikanan, baik dari segi hukum, pendanaan, pendidikan, dan jalinan kerjasama internasional secara berkesinambungan.


Related Posts: